Artikel

Cara Memilih Franchise Kopi yang Sesuai Modal dan Lokasi

Cara Memilih Franchise Kopi yang Sesuai Modal dan Lokasi

Bisnis kopi masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi calon pengusaha yang ingin masuk ke industri F&B. Konsepnya pun semakin beragam, mulai dari coffee shop dengan area dine-in, kedai kopi sederhana, hingga konsep grab-and-go yang mengutamakan pelayanan cepat.

Namun, banyaknya pilihan justru membuat calon mitra sering bingung menentukan konsep yang tepat.

Apakah sebaiknya memilih brand yang sedang populer? Apakah modal harus menjadi pertimbangan utama? Atau justru lokasi yang harus ditentukan terlebih dahulu?

Sebelum memilih kemitraan kopi, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar konsep usaha yang dipilih lebih sesuai dengan kondisi Anda.

1. Tentukan Modal Maksimal yang Benar-Benar Siap Digunakan

Langkah pertama adalah menentukan batas modal.

Jangan hanya menghitung biaya paket kemitraan. Dalam praktiknya, pembukaan kedai kopi dapat membutuhkan biaya lain seperti:

  • sewa lokasi;

  • renovasi atau penyesuaian tempat;

  • kebutuhan listrik dan air;

  • perlengkapan tambahan;

  • biaya karyawan;

  • stok operasional;

  • promosi pembukaan;

  • serta modal kerja selama beberapa bulan pertama.

Karena itu, sebaiknya jangan menghabiskan seluruh dana hanya untuk membeli paket franchise.

Misalnya Anda mempunyai modal Rp150 juta, bukan berarti seluruh Rp150 juta harus digunakan untuk paket kemitraan. Sisakan dana untuk kebutuhan pembukaan dan operasional awal.

Dengan mengetahui batas modal sejak awal, pilihan brand dan konsep coffee shop akan lebih mudah disaring.

2. Sesuaikan Konsep Coffee Shop dengan Lokasi

Lokasi yang bagus belum tentu cocok untuk semua konsep bisnis kopi.

Setiap lokasi mempunyai karakter konsumen yang berbeda.

Area Perumahan

Untuk kawasan perumahan, konsep neighborhood coffee shop dapat menjadi salah satu pilihan.

Target pasarnya bisa berasal dari penghuni sekitar yang ingin membeli kopi sebelum bekerja, nongkrong pada sore hari, atau mencari tempat santai yang dekat dengan rumah.

Pada lokasi seperti ini, kenyamanan dan kemampuan mendapatkan pelanggan berulang menjadi penting.

Area Kampus

Kawasan kampus biasanya memiliki konsumen yang sensitif terhadap harga tetapi mempunyai aktivitas nongkrong cukup tinggi.

Konsep kedai yang santai, harga menu yang terjangkau, tersedia Wi-Fi, serta mempunyai pilihan kopi dan non-kopi dapat lebih relevan.

Area Perkantoran

Berbeda lagi dengan kawasan perkantoran.

Konsumen biasanya membutuhkan pelayanan yang cepat, terutama pada pagi hari, jam makan siang, dan sore setelah bekerja.

Konsep takeaway atau grab-and-go bisa menjadi pertimbangan karena tidak selalu membutuhkan area dine-in yang luas.

Jalan Utama dan Kawasan Komersial

Lokasi di jalan utama mempunyai potensi visibilitas yang baik, tetapi tetap perhatikan akses masuk, parkir, arus kendaraan, hingga kompetitor di sekitar lokasi.

Jangan hanya melihat banyaknya kendaraan yang melintas.

Traffic tinggi tidak selalu berarti banyak orang dapat berhenti dan membeli.

3. Kenali Target Konsumen

Setelah mengetahui lokasi, tentukan siapa konsumen utama yang ingin dijangkau.

Beberapa contoh target pasar bisnis kopi antara lain:

  • pelajar dan mahasiswa;

  • pekerja kantoran;

  • keluarga;

  • komunitas;

  • penghuni perumahan;

  • pengguna transportasi;

  • hingga konsumen yang hanya membutuhkan kopi untuk dibawa pergi.

Target pasar akan memengaruhi banyak keputusan, mulai dari harga menu, desain outlet, pilihan produk, hingga jam operasional.

Coffee shop dengan target mahasiswa tentu mempunyai pendekatan berbeda dengan coffee shop yang berada di kawasan perkantoran premium.

4. Jangan Hanya Membandingkan Harga Franchise

Harga paket memang penting, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya dasar memilih kemitraan.

Coba lihat lebih jauh apa yang diperoleh dari paket tersebut.

Perhatikan antara lain:

  • mesin dan peralatan yang diberikan;

  • stok bahan baku awal;

  • pelatihan;

  • SOP operasional;

  • sistem suplai bahan baku;

  • dukungan pembukaan outlet;

  • branding;

  • dukungan pemasaran;

  • dan layanan setelah outlet beroperasi.

Paket yang terlihat lebih murah belum tentu menghasilkan kebutuhan investasi total yang lebih rendah.

Sebaliknya, paket dengan harga lebih tinggi belum tentu cocok jika fasilitas yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan lokasi Anda.

Karena itu, bandingkan isi paket secara menyeluruh.

5. Perhatikan Kebutuhan Tempat

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menentukan brand terlebih dahulu, baru mencari lokasi.

Padahal kebutuhan tempat setiap konsep dapat berbeda.

Ada konsep kopi yang dapat berjalan dengan outlet relatif kecil dan mengandalkan takeaway.

Ada pula konsep coffee shop yang membutuhkan:

  • area bar;

  • tempat duduk;

  • dapur;

  • toilet;

  • parkir;

  • area outdoor;

  • hingga ruang penyimpanan.

Jika Anda sudah mempunyai ruko atau lokasi usaha, ukur terlebih dahulu luas tempat dan fasilitas yang tersedia.

Dengan begitu, Anda dapat mencari konsep yang memang sesuai dengan lokasi tersebut daripada memaksakan lokasi mengikuti kebutuhan brand.

6. Hitung Biaya Operasional Setelah Outlet Buka

Membuka outlet hanyalah tahap awal.

Setelah bisnis berjalan, terdapat biaya operasional rutin yang harus diperhitungkan.

Contohnya:

  • bahan baku;

  • gaji karyawan;

  • listrik;

  • air;

  • internet;

  • sewa;

  • maintenance peralatan;

  • promosi;

  • aplikasi kasir;

  • hingga biaya administrasi lainnya.

Buat estimasi sederhana mengenai berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Kemudian perkirakan jumlah transaksi yang dibutuhkan agar operasional dapat berjalan dengan sehat.

Tidak perlu menggunakan perhitungan yang terlalu rumit pada tahap awal. Yang terpenting adalah Anda memahami struktur biaya bisnis sebelum memutuskan membuka outlet.

7. Jangan Terburu-buru Memilih karena Brand Sedang Viral

Brand yang sedang ramai diperbincangkan memang menarik perhatian.

Namun, popularitas bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah sebuah konsep cocok untuk Anda.

Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperhatikan:

Apakah produknya sesuai dengan konsumen di lokasi Anda?

Apakah harga jualnya sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar?

Apakah kebutuhan tempatnya sesuai?

Apakah investasi yang dibutuhkan masih berada dalam batas modal Anda?

Apakah operasionalnya mampu Anda jalankan?

Brand yang cocok untuk satu lokasi belum tentu menghasilkan kondisi yang sama di lokasi lain.

Karena itu, sebaiknya keputusan tetap berdasarkan kondisi bisnis yang Anda miliki.

Jadi, Franchise Kopi Mana yang Cocok?

Tidak ada satu pilihan franchise kopi yang otomatis cocok untuk semua calon mitra.

Cara paling sederhana untuk mulai menyaring pilihan adalah menyiapkan empat informasi berikut:

  1. Modal maksimal

  2. Kota atau wilayah pembukaan

  3. Kondisi dan ukuran lokasi

  4. Konsep usaha yang diinginkan

Dari empat informasi tersebut, pilihan kemitraan dapat dipersempit sehingga proses membandingkan brand menjadi lebih mudah.

Jika belum mempunyai lokasi pun tidak masalah. Anda tetap dapat mulai dengan menentukan modal dan kota yang menjadi target pembukaan.

Mulai Cari Konsep Coffee Shop yang Sesuai

MitraKopi menyediakan referensi berbagai konsep bisnis kopi yang dapat dipelajari dan dibandingkan berdasarkan kebutuhan calon mitra.

Daripada langsung memilih hanya berdasarkan nama brand, mulailah dari kondisi yang Anda miliki.

Tentukan modal, lokasi, target konsumen, kemudian bandingkan beberapa pilihan yang paling relevan.

Jika masih bingung menentukan pilihan, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan menyampaikan estimasi modal, kota pembukaan, kondisi lokasi, dan konsep coffee shop yang diminati.

Dengan informasi tersebut, pilihan bisnis kopi dapat disaring menjadi lebih spesifik sebelum Anda melangkah lebih jauh.

Tertarik dengan Cara Memilih Franchise Kopi yang Sesuai Modal dan Lokasi?

Konsultasikan modal dan lokasi Anda dengan tim kami.

Konsultasi Sekarang
Kembali ke Beranda
Konsultasi Franchise